Bank Lippo Digugat Rp 54 M

Sidang Perdata Penipuan Deposito

KEBUMEN – Sebanyak 31 nasabah yang umumnya para pengusaha Tionghoa Kebumen, menggugat Bank Lippo Rp 54 miliar. Sidang perdata itu pertama kali digelar kemarin di Pengadilan Negeri (PN) Kebumen.

Para korban mulai berdatangan di PN Kebumen sejak pukul 10.00, namun sidang baru dimulai setelah pukul Rp 12.00 karena menunggu Ketua PN Kebumen H Widiono yang mengikuti paparan visi dan misi calon bupati di DPRD.

Para nasabah memberikan kuasa hukum kepada Kantor Pengacara dan Penasihat Hukum T Triyanto, Jakarta. Mereka diwakili penasihat hukum senior Jonny Siburian dan Dwi Rudatiyanti.

Para nasabah itu menggugat empat pihak. Tergugat pertama PT Bank Lippo Cabang Kebumen, tergugat kedua PT Lippo Karawaci, tergugat ketiga Anastasia Kusmiyati (mantan Kepala Cabang Bank Lippo Kebumen), dan tergugat empat Heri Robert.

Namun sidang hanya berjalan singkat. Ketua Majelis Hakim Widiono sempat memanggil sampai tiga kali para pihak, terutama tergugat satu, dua, tiga, dan empat. Setelah ditunggu, hanya kuasa hukum tergugat tiga Saur Siagian yang tiba di PN Kebumen.

Adapun puluhan korban termasuk tokoh pengusaha Kebumen Handoko Tan dan beberapa pengusaha lain hadir di ruang pengadilan. Namun ada juga yang diwakili istrinya, seperti Henry Kristanto yang diwakili Ny Henry.

”Kami ingin tahu kronologis kasus ini,” ucap wanita pemilik toko elektronik di Jl Pahlawan itu.

Belum Hadir

Menurut Ketua Majelis Hakim Widiono, berhubung para pihak tergugat tidak hadir semua, sidang perdata gugatan itu belum bisa dilanjutkan dan akan digelar lagi pada 2 Juni mendatang.

Widiono mengatakan, sebenarnya para pihak telah diberi surat panggilan secara resmi. Untuk PT Bank Lipo Cabang Kebumen, undangan diterima Linawati Atmaji.

Sementara itu, menurut penuturan para korban, selama ini mereka telah menanamkan uang melalui deposito lewat mantan Kepala Cabang Bank Lippo Kebumen Anastasia Kusmiyati. Uang tersebut ditanamkan pada deposito Kaveling Serasi dan dijanjikan bunga 11-12% per tahun. Para korban pun percaya karena awalnya bunga dibayarkan lancar.

Karena itu, lama-kelamaan nasabah yang menanamkan uang di Kaveling Serasi Grup Lippo Karawaci itu telah mencapai puluhan orang dengan dana terkecil Rp 100 juta dan terbesar Rp 12 miliar dari seorang pengusaha asal Kutoarjo.

Kasus penipuan itu mulai tercium setelah Anastasia selaku Kepala Cabang Bank Lippo Kebumen pindah ke Bank Mayapada Cabang Solo.

Bahkan para nasabah makin panik setelah bunga tidak lancar dan Anas mengaku sertifikat surat berharga Kaveling Serasi yang dibeli para nasabah itu palsu.

Pihak Mabes Polri yang dilapori, kemudian menangkap Anastasia. Dari Anas, diperoleh informasi bahwa sebagian uang tersebut dipakai oleh teman lelakinya, Heri Robert asal Sleman.

Kini, Anas maupun Heri telah ditangkap polisi. Mabes Polri juga telah melimpahkan Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) penipuan nasabah itu kepada Kejaksaan Negeri Kebumen. Tersangka Anas dan Heri juga telah mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Kebumen.

Menurut kuasa hukum korban Jonny Siburian, pihaknya menggugat empat tergugat total Rp 54 miliar.

Rinciannya, kerugian material nominal Kaveling Serasi yang tak bisa dicairkan Rp 43.804.777.190, bunga 2% tiap bulan dihitung Rp 876 juta, dan kerugian moril Rp 10 miliar. (B3-42m)

sumber: http://www.suaramerdeka.com/harian/0505/20/ked01.htm

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: