Para Korban Minta PN Sita Aset

Sidang Pencucian Uang Rp 50 M

KEBUMEN- ”Kami mohon majelis hakim segera melakukan sita jaminan,” ucap Triyanto SH, kuasa hukum 31 nasabah Bank Lippo Kebumen, yang tertipu mantan pemimpin cabang senilai Rp 44 miliar, kemarin.

”Kita akan mempersiapkan surat-surat itu sambil mempelajari jawaban tergugat,” ujar Ketua Majelis Hakim PN Kebumen, Widiono SH. Setelah berunding sesaat, hakim segera menutup sidang dan akan melanjutkan kembali, Kamis depan.

Sejumlah korban yang belum puas dengan persidangan segera menemui Triyanto. Mereka antara lain Handoko Tan, pengusaha plastik Naga Semut; Hendro serta sejumlah pengusaha dari Kutoarjo yang menjadi korban kongkalikong Anas dan Herry.

Menurut Triyanto, seusai sidang, selaku kuasa hukum para korban pihaknya meminta segera dilakukan sita jaminan oleh PN. Hal itu untuk mengantisipasi bila pihaknya diputuskan menang, maka aset-aset yang ada masih aman dan selamat.

Kaveling Serasi

Pihaknya juga mempersoalkan istilah ”Kaveling Serasi” palsu, baik yang dimunculkan penyidik maupun jaksa dalam persidangan pidana. Sebab setahu para nasabah, Kaveling Serasi itu produk resmi PT Lippo Karawaci. Para nasabah menyimpan deposito atas tawaran Anastasia, selaku pemimpin Bank Lippo Kebumen.

”Setahu kami, deposito Kaveling Serasi itu produk sah Lippo Karawaci dan juga diakui oleh Presiden Direktur Bank Lippo Jos Luhukay, bahwa dia mendengar ada produk titipan di banknya. Apalagi yang menjual saudara Anas, saat itu resmi sebagai kepala cabang Bank Lippo Kebumen,” tandasnya.

Para penggugat dalam perkara tersebut, menggugat beberapa pihak. Antara lain Bank Lippo Kebumen, PT Lippo Karawaci, Anastasia Kusmiati Pranoto, Herry Robert, dan Bank Indonesia (BI), selaku pengawas. Para tergugat kemarin bersamaan menyampaikan jawaban atas gugatan para nasabah Bank Lippo.

Sebelumnya, di tempat yang sama PN Kebumen juga menyidangkan perkara pidana pencucian uang dan penggelapan nasabah Bank Lippo Kebumen, dengan terdakwa Anastasia Kusmiati Pranoto dan Herry Robert. Sidang itu digelar berurutan secara singkat, tanpa ada tanya-jawab. Majelis Hakim akan menetapkan putusan sela pada Kamis depan.

Sidang pidana pertama menghadirkan terdakwa mantan pemimpin cabang Bank Lippo Anastasia, dimulai pukul 11.00, dan berlangsung 15 menit, diisi tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmat Purwanto SH. Sidang kedua dengan terdakwa Herry Robert, teman lelaki Anas, diisi tanggapan JPU Cumondo Trisno SH.

JPU Rahmat Purwanto dalam tanggapan atas bantahan kuasa hukum Herry Robert yang dibacakan Jaksa Cumondo Trisno, membantah bahwa surat dakwaan tidak jelas. Cumondo menegaskan dari surat dakwaan itu bila dicermati, justru jelas dan cermat.

Demikian pula kaitan terdakwa Herry Robert dalam perkara pencucian uang dan penipuan itu juga sangat jelas. Selama ini, terdakwa Herry bertemu beberapa kali dengan Anastasia. Itu berarti tindakan terdakwa Herry telah direncanakan.

Jaksa Cumondo juga menyatakan, uang nasabah itu oleh Herry tidak dimasukkan ke rekening Kaveling Serasi PT Lippo Karawaci. Uang puluhan miliar nasabah tersebut malah dipakai Herry membeli tanah, rumah, dan mobil di Jakarta, Sleman, dan Denpasar.(B3-55s)

sumber: http://www.suaramerdeka.com/harian/0507/15/ked08.htm

%d bloggers like this: