Selama 5 Menit Leher Korban Dicekik

KEBUMEN-‑ Sidang lanjutan perkara penbunuhan Suyatiningsih SH, Msi, keryawati Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kebumen, Rabu (12/3), kembali digelar di PN Kebumen. Sidang dengan acara pemeriksaan terdakwa Supramono (47), karyawan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kebumen itu mengungkap penyebab kematian korban. Terdakwa mengakui mencekik leher korban selama 5 menit. Untuk meyakinkan korban telah meninggal, terdakwa menenggelamkan wajah korban ke ember besar yang diisi air.
Kepada majelis hakim yang diketuai Bambang W SH, Supramono yang didampingi pengacaranya Anita Nosaa SH mengungkapkan, sebelum kejadian, 27 Oktober 2007, di rumah korban di Jalan Sarbini, Kebumen terdakwa menghubungi korban per telepon untuk tujuan bertamu ke rumah korban. Dengan tangan terbuka, pada Senin sore  itu korban menerima terdakwa di rumahnya.
Menurut terdakwa, saat bertamu di rumah korban tidak ada perselisihan. Perselisihan timbul, ketika korban mengejeknya dengan kata-kata : mahasiswa S2 Undip Semarang bodoh. Ejekan ini yang menurut terdakwa memicu pertengkaran antara dia dengan korban, hingga berakhir kematian korban
Namun anggota majelis hakim Sahabat Duha SH punya pandangan lain. Tidak mungkin hanya karena diejek korban, terdakwa membunuh korban. Keterangan korban yang mengatakan, terdakwa dalam keadaan kalut ketika membunuh korban, dinilai hakim tidak beralasan.
Karena terdakwa sempat meyakinkan korban sudah meninggal atau belum dengan cara menenggelamkan wajah korban di air dalam  ember besar.
“Kalau kalut, tidak mungkin saudara melakukan itu. Saudara juga tidak mungkin mengambil barang-barang milik korban. Kami punya pandangan lain,” kata Sahabat Duha.
Pada kesempatan itu, majelis hakim menunjukan sejumlah barang bukti yang dicuri korban, setelah membunuh. Barang bukti itu berupa
gelang emas 3 keping yang dijual terdakwa Rp 4 jutaan di Semarang, handphone yang sempat diberikan kepada anak terdakwa dan BKPB mobil milik korban. Terdakwa sempat membawa mobil korban 2 hari sebelum  akhirnya ditinggakan di tempat penitipan mobil di terminal Giwangan Yogyakarta.
Kepada majelis hakim, terdakwa juga mengaku sempat melayat korban 2 hari setelah kejadian, bersama istrinya, setelah perkara ini dalam penyelidikan Polres Kebumen. Dan terdakwa ditangkap di rumahnya, 12 hari setelah kejadian. (nwh)

%d bloggers like this: