DPRD TUNGGU SURAT RESMI SOAL PENAHANAN ANGGOTA

Magelang, 7/5 (ANTARA) – Pihak DPRD Kota Magelang hingga saat ini belum bersikap terkait penahanan anggotanya, Willem Yuliwiyanto, di Rumah Tahanan Kebumen, Jateng, karena masih menunggu tembusan surat resmi dari pihak terkait.

“Saya belum mendapat pemberitahuan resmi, baru dari telepon saja,” kata Ketua DPRD Kota Magelang, Tri Djoko Minto Nugroho, di Magelang, Rabu.

Willem yang juga Ketua Komisi II DPRD Kota Magelang pada Selasa (6/5) ditahan di Rutan Kebumen selama lima bulan karena terbukti memalsukan surat untuk kepentingan pencalonan dirinya sebagai anggota dewan setempat, 2004-2009.

Tri Djoko tidak bersedia berkomentar soal pergantian antarwaktu Willem karena menjadi wewenang induk partai politiknya. Willem adalah kader PDI Perjuangan Kota Magelang.

“Silakan hubungi ketua fraksi atau Ketua DPC,” katanya.

Berbagai tugas kepemimpinannya di Komisi II DPRD setempat, katanya, bisa dilaksanakan oleh wakilnya.

Ia berjanji akan memelajari terlebih dahulu menyangkut gaji Willem sebagai anggota DPRD setelah dia ditahan.

“Ini pertama terjadi di Kota Magelang, saya harus pelajari aturannya dulu,” katanya.

Willem tinggal di Kelurahan Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang. Dia terbukti memalsukan surat yang intinya seolah dia pernah belajar di SMK Wiji Asih Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Jateng.

Surat itu menjadi bekalnya mengikuti ujian dan mendapat ijazah SMK setelah lulus Program Kejar Paket C di Pusat Pendidikan Belajar Masyarakat YPMC Semarang Timur.

Pengadilan Negeri Kebumen memvonis lima bulan penjara atau lebih ringan lima bulan dari tuntuan Jaksa Penuntut Umum Kejari Kebumen yang selama 10 bulan.

Pengadilan tingkat banding di Pengadilan Tinggi Jateng di Semarang membebaskan Willem. Namun pengadilan tingkat kasasi oleh Mahkamah Agung di Jakarta menguatkan putusan PN Kebumen. Willem terbukti melanggar pasal 263 KUHP tentang pemalsuan.

Willem hingga saat ini masih berada di ruang karantina Rutan Kebumen.

Pegiat Forum Bersama Peduli Magelang, Edy Sutrisno mengatakan, pihak DPRD Kota Magelang harus segera memecat Willem sebagai anggota legislatif sesuai aturan hukum yang berlaku karena tidak bisa menjadi contoh masyarakat.

“Tidak bisa menjadi contoh, Mahkamah Agung sudah memutuskan, jadi wajib dipecat,” katanya.

Putusan MA itu, katanya, menegaskan bahwa Willem melanggar hukum sehingga tidak layak menjadi anggota dewan.***3***
(U.M029/B/S011/S011) 07-05-2008 17:00:53

sumber: http://promojateng-bikk.com/berita.php?id=5071

%d bloggers like this: